Minggu, 20 Mei 2012

mampu mampu dan mampu

masih terdiam belum tergerak
jika ini terjadi kau adalah pecundang
hanya karena ini terhenti
ini bukan alasan yang tepat
lihat kanan kiri
masih di beri lebih oleh tuhan
maju kawan

kalimat ini kalimat menghancurkan
menghancurkan untuk pesimis ini
rombak semua
ketik rasa positif
untuk alur ini

sesal akan terjadi di ujung
itu sudah biasa
jadi jangan terulang untuk berulang-ulang

masih ada harapan
untuk kita kedepan
masih ada harapan untuk kita memulai semua
24 jam waktu yang panjang
untuk menghajar semua  ini

saya tak bisa berkalimat selain mampu
mampu mampu dan mampu

terimakasih ibu

Kamis, 17 Mei 2012

masih saya tanyakan pada bengong

sebelum mentari terbenanm
aku menitipkan harapan
esok pagi engkau membawa senyuman kehidupan
dan menemani hingga terbenam
itu akan menjadi rutinitas diri

aku bersandar di hembus angin
mengail semangat untuk ini
masiih berteriak kepada bulan
aku pasti menjadi

ini alur yang indah jika kita memahami
mengerti bukan berarti bisa menjawab
kita paham tetntang ini
bukan hanya mendapat nialai A
untuk siapa kita ini
haruskah kepada
dan untuk mengapa kita ini

aku masih belum memahami alur ini
berpacu dalam ilmu
dan berperang untuk uang
dan ujung kita adalah kematian
apakah hanya itu alur hidup ?
masih saya tanyakan pada bengong

Rabu, 16 Mei 2012

ini seperti alur cerita novel

pagi masih ada
masih tergambar jelas angan saya
seorang pemuda yang bertekad keras
melawan arus untuk sama

engkau masih meragukan
akan semua kemampuan
waktu dan karya disini akan bersuara
apakah aku pantas
pantas memenangkan semua ini
pantas mendapatkan semua ini

tubuhku masih terbaring
menikmati hasil mata dan otak
hanya sebuah pengakuan
ini seperti alur cerita novel
siapa yang ahli itu yang menang
putusan masih kepada sang penulis alur
yaitu TUHAN .


Kamis, 10 Mei 2012

masih belum mempercayakan

aku masih bertanya pada diri
masih belum mempercayakan semua  pada ini
aku masih meragukan kemampuan
bukti belum menunjukan
karakter tumbuh mrnemani tekanan
uji ketangguhan

masih pandang menengok kanan kiri
masih iri untuk semua
masih bijak menerima semua
tetapi bijak yang mrendahkan
bukan ini , tapi harus itu kawan
bukan mereka tapi harus kita

sadarkan jiwa lemah
kau masih beruntung
kau masih di butuhkan
kau masih di perlukan
kau masih ada untuk ini .

masih belum menjadi

langkah kecil selalu menghindar dari perbuatan
kenapa harus menghindar
selagi raga mampu
cobalah menggapai ini

kaki harus terpecut
hentikan kecewa disini
bila perlu hidup harus di fotsir
untuk sebua kepastian

aku hanyalah sesosok yang belum matang
masih mengarah kesana-kesini
tp aku selalu punya angan
untuk sesuatu yang belum

mata ku terpejam dan teriakan semua ini
aku bosan dengan ini
aku ingin berubah
aku ingin melangkah
aku ingin berlari

suara mesin jalan masih bertanya kepada diri
mana lisan yang kau ucap dulu
mana janji diri yang kau janjikan
mana bukti yang akan kau buktikan
semua masih sama

aku ingin berubah

Rabu, 09 Mei 2012

apa bedanya jika sama

sesuatu ini sangat membingungkan
mulut berucap
apa bedanya jika sama
dan apa samanya jika beda

bukan berarti kita sama semua
juga bukan berarti kita beda semua

di sisi tuhan
tuhan punya tolak ukur
berupa akhlak

tetapi bagaimana makhluk 2 kaki yang berotak ini
tak ada tolak ukur yang sesuai dengan bumi ini
semua disamakan tanpa melihat akar
pertanyaan imajinasi sangatlah ngotot unyuk ini

menepi bukan berarti berhenti

sejenak menghirup nafas dalam
untuk menemani perjalanan
berharap bantuan akan teman
entah alam atau sesosok manusia

aku menepi disini
bukan berarti berhenti
hanya sejenak menikmati udara
dan mempersiapkan nafas panjang untuk berlari

aku hanya bosan dengan mereka
mereka yang berebut kasta
berangga[ kasta seperti tuhan
dapatkan semua apa keinginan

tidak menghilangan kata munafik
harta juga pasti butuh
tapi jangan selalu memakan apa yang di sekitarmu
dan memakan temanmu .

aku hanya bosan bukan terhenti disini

sesuap nasi yang ibu beri
tanda kasih kepadamu
memberi kesan akan pesan
sebuah pedoman

harusnya kau bayar
bukan kau lemparkan muka
harusnya kau bersujud
bukan mmembantah
harusnya kau bersipu
bukan menentengkan 2 tangan
harusnya kau malu
bukan bangga

Senin, 07 Mei 2012

hari ini aku kalah

hari ini aku kalah dengan rasa malasku
lisan berkata tubuh hanya terdiam
terpaku angan jauh
masih belum bisa menikmati

terjang apa yang menghalang
tak tampak tp slalu membayang
mengikuti gerak ku
menghentikan ambisiku

berhenti bukan solusi
melarikan diri apalagi
hadapi adalah salah satu langkah
resiko adalah suatu proses
belum tercapai adalah menunggu waktu
berhasil adalah anugrah .

Minggu, 06 Mei 2012

aku ingin sebuah keinginan
dengan penuh semangat
seperti kepompong yang belum menetas
dan aku ingin itu

terbang tak tau arah kupu-kupu ini
keluar dari sarang dan ingin membuktikan

ingin berbalik  arah dan memutar waktu
telah sia semua tak ada guna
hanya mengurungkan semangat

aku butuh motivasi
entah dari mulut apa itu keluar
aku butuh itu
untuk pertarungan ini

bolehkah hamba bersandar

bolehkah hamba bersandar di jalanmu
spekulasi lisan angan terbayang
hamba ingin seperti hambamu
terasa ringan melangkah dan memutar otak

kontruksi iman tak berkekuatan
tertimpa beban kehidupan
seakan aku lupa tuhan
engkau maha menciptakan

tegaskan langkahku
pecut rasa malasku
hidupkan ambisiku

bibir terucap maaf
setelah raga tak semestinya
berbalik arah
danmenggucat semua .
mengangkat pena untuk sebuah karya
karya yang belum ada yang menghargai selain diri
tapi langkah tak ada ragu
esok kelak pasti kan berbalik

emosi kerap hadir jika semua tak sejalan
antara fikiran dan harapan
cita yang tinggi kadang menakuti
tapi ini adalah mimpi

matahari masih menyinari
masih bisa mata untuk memandang
merasakan panasnya
merasakan suasananya
tapi raga ini lebih dari ini bukan hanya ini

terima kasih untuk senyuman
dan hentakan nada yang menemani di saat ini

di balik kerja lembur

memacu diri untuk suatu
terobsesi karenanya
letih mata menemani
selesaikan pertarungan ini

pertarungan yang berat kepadanya
kepadanya rasa malas yang ada
usai semua esok kan tersenyum
menatap hasil terbayarkan

jangan menyerah di meja ini
proses waktu masih berputar
mereka masih berjalan
aku juga harus berjalan


di bangku belakang

Berjalan mengangkat letih
dari rasa malas semalam
membuka bola mata terdengar sendu
terbuka jendela untuk melangkah
namun tubuh merasa tak mampu

hanya keinginan akan mimpi
yang terbayang di perjalanan
tetapi raga tak bergerak menuju
kapan engkau akan sampai
jika alurmu seperti ini

di bangku belakang ujung tiang
berdiam berbisik kepada selembar kertas
teriak coretan tinta hitam
peringatan keras untuk engkau bangkit

jangan salahkan keadaan
jika engkau adalah pemenang

Sabtu, 05 Mei 2012

di sempit ini

aku ingin bergerak di sempit ini
aku ingin berlari di sempit ini
aku ingin berteriak di sempit ini
di sempit ini aku ingin berbuat

keadaan yang menekan
apakan harus menghentikan
itu bukan solusi
itu hanya pengeluhan .

saya masih bermimpi
saya masih berharap
saya masih berfikir
tapi saya belum menemukan

sempit ini masih membebani
tapi mata masih memandang
hati masih berharap
diri masih berkeinginan
untuk menikmati
kenapa berdiam

organisasikan otak kiri 
spekulasikan diri
saat otak kanan tak lagi fungsi
masih ada jalan .

jangan terpaku dan terarah di jalan yang sudah ada
coba untuk berani melawan dan berargumentasi
apakah hanya ini , tentu tidak
berhenti mengeluh

semua terhenti hanya karna dia
itu hal terbodoh yang saya lakukan
kapan enkau akan maju kawan
lihat di sekitarmu
semua berpacu
semua berlomba
semua berebut
kenapa engkau berdiam
tekanan harus melekat pada diri
utk memacu kuda lagi
bukan untuk berebut
tapi untuk berbagi


Kamis, 03 Mei 2012

di mulai dari detik ini
saya menggoreskan tinta di mesin ketik