di bangku belakang
Berjalan mengangkat letih
dari rasa malas semalam
membuka bola mata terdengar sendu
terbuka jendela untuk melangkah
namun tubuh merasa tak mampu
hanya keinginan akan mimpi
yang terbayang di perjalanan
tetapi raga tak bergerak menuju
kapan engkau akan sampai
jika alurmu seperti ini
di bangku belakang ujung tiang
berdiam berbisik kepada selembar kertas
teriak coretan tinta hitam
peringatan keras untuk engkau bangkit
jangan salahkan keadaan
jika engkau adalah pemenang
Mengenai Saya
- ihsankasonnulis
- disini saya akan menulis tentang kehidupan , disini saya ingin menuangkan kreatifitas merangkai kata . semua yang kamu bisa dan yang kamu mau harusnya kamu usakahan . saya masih belajar menulis .
Popular Posts
Minggu, 06 Mei 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Archive
-
▼
2012
(19)
-
▼
Mei
(17)
- mampu mampu dan mampu
- masih saya tanyakan pada bengong
- ini seperti alur cerita novel
- masih belum mempercayakan
- masih belum menjadi
- apa bedanya jika sama
- menepi bukan berarti berhenti
- sesuap nasi yang ibu beri tanda kasih kepadamu mem...
- hari ini aku kalah hari ini aku kalah dengan ras...
- aku ingin sebuah keinginan dengan penuh semangat s...
- bolehkah hamba bersandar bolehkah hamba bersandar...
- mengangkat pena untuk sebuah karya karya yang belu...
- di balik kerja lembur memacu diri untuk suatu ter...
- di bangku belakang Berjalan mengangkat letih dari...
- di sempit ini aku ingin bergerak di sempit ini ak...
- kenapa berdiam organisasikan otak kiri spekulas...
- di mulai dari detik ini saya menggoreskan tinta di...
-
▼
Mei
(17)
0 komentar:
Posting Komentar